PROPERTY SOLO

PROPERTY SOLO

Topeng Pura-Pura Manusia

Share:




Jelas masih muda usianya. Berjubah putih, bersorban merah. Seluruh badannya bergetar. Tubuh bergoyang kencang. Kedua tangannya seperti tidak dapat dikendalikan, bergerak tak beraturan.

Sejak sebelum Maghrib, di tengah salat, dan berlanjut setelah salam. Rupanya remaja itu meminta bantuan. Suaranya keras mengiba. Mengemis!

Syaikh Ahmad Az Zahrani, imam tetap Masjid Bin Ubaid di Syisah Mekkah, meminta seorang takmir untuk mengikuti remaja itu. Hasilnya?

Agak jauh dari masjid, remaja itu bisa berjalan biasa. Tidak lagi bergoyang. Sempat duduk santai di seberang jalan besar. Remaja itu lalu pergi entah kemana. Normal!

Yah, dunia memang diwarnai pura-pura!

Pura-pura sakit supaya dikasihani. Pura-pura sehat karena gengsi. Pura-pura sakit jiwa agar dimaklumi. Pura-pura segar bugar karena tak mau dianggap lemah.

Pura-pura bahagia, padahal memendam duka lara. Pura-pura teraniaya, padahal di balik layar tertawa-tawa.

Bagai air di atas daun talas. Bicaranya manis, kata-katanya menyihir. Tapi, tidak tulus. Sulit dipegang.

Seperti musang berbulu ayam. Hanya pura-pura baik, nyatanya jahat. Hanya untuk memperoleh kesenangannya, setelah puas nampak aslinya yang buruk.

Bagai topeng yang tersenyum. Pura-pura harmonis, pamer kemesraan, diumbar kemana-mana sebagai pasangan serasi. Tak berapa lama, semua terkejut, karena masing-masing saling menggugat cerai.

Parahnya jika pura-pura jadi ahli agama. Sok bicara tentang hukum haram dan halal. Boleh atau tidak boleh. Tentang murka atau ridha dari Allah Ta'ala.

Pura-pura jadi ahli agama. Pakaiannya disetting sedemikian rupa. Gelarnya entah dapat darimana. Gaya bicaranya jelas dibuat-buat.

Giliran membaca ayat Al Qur’an, astaghfirullah...Panjang pendeknya tidak tertata. Saat membaca hadis-hadis Nabi ﷺ, astaghfirullah...Gelisah mendengarnya karena tak sesuai tata bahasa Arab.

Rasulullah ﷺ bersabda:

المُتَشَبِّعُ بما لَمْ يُعْطَ كَلابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

" Orang yang berlagak memiliki sesuatu padahal tidak, ibarat memakai 1 stel pakaian dusta " HR Bukhari 5219 Muslim 2130 dari Asma' binti Abi Bakar.

Yah, dunia ini diwarnai kepura-puraan!

Kita sebatas menilai yang zahir. Apa yang nampak. Apa yang diperlihatkan. Sesuai yang diketahui. Adapun dibalik itu, urusannya dikembalikan kepada Allah Ta'ala, apalagi terkait niat yang terpendam di hati.

Ibnu Hajar (Fathul Bari 12/273) menyatakan, " Mereka semua (ulama) telah bersepakat bahwa hukum-hukum yang diberlakukan di dunia sesuai zahirnya. Adapun yang tersembunyi, Allah lah yang mengaturnya"

Maka, jangan marah jika wajahmu bersedih lalu orang bertanya, " Kenapa sedih?". Sebab, mereka menilai zahirmu.

Jangan tersinggung dibilang pemalas, sebab zahirmu memang pemalas. Jangan sakit hati jika dianggap kikir, karena zahirmu memang kikir.

Jangan emosi jika disebut egois dan selalu ingin menang sendiri. Zahirmu begitu! Jangan mencak-mencak bila dinilai haus kuasa, gila hormat, dan maunya dijunjung tinggi-tinggi. Zahirmu memang begitu!

Manusia, manusia. Giliran menilai orang, sesuka hatinya, bahkan isi hati orang pun dikorek-korek. Tiba dia dinilai sesuai zahirnya, seribu satu macam alasan diungkapkan. Memang, tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanya kesenangan yang menipu.

16 Jumadal Ula 1447/07 November 2025

https://t.me/anakmudadansalaf

No comments

Featured Post

ADAKAH CINTA SEROMANTIS YASIR DAN SUMAYYAH ?

ADAKAH CINTA SEROMANTIS YASIR DAN SUMAYYAH ? 🍁 Bagiku cinta Romi Dan Yuli bukanlah cinta romantis tetapi Sadis. Mereka sehidup semati tapi ...