PROPERTY SOLO

PROPERTY SOLO

REZEKI

Share:

 




“Suami Sudah Rajin Shalat, Tapi Tetap Menganggur…”

Untuk Para Istri yang Diam-Diam Menangis di Sepertiga Malam.


Ibu…


Saya tahu yang paling sering menangis itu bukan suami.

Tapi istri.


Suami mungkin diam.

Suami mungkin terlihat tegar.

Tapi istri yang menghitung sisa uang di dompet.

Istri yang memikirkan uang sekolah.

Istri yang menahan belanja.

Istri yang pura-pura kenyang agar anak bisa makan duluan.


Dan ketika suami mulai rajin ke masjid…

shalatnya lebih khusyuk…

tahajudnya lebih sering…


Ibu berharap dalam hati:


“Ya Allah… sekarang pasti Engkau tolong kami, kan?”


Tapi minggu berganti minggu.

Lamaran belum ada jawaban.

Telepon belum berbunyi.

Tagihan justru datang duluan.


Lalu muncul pertanyaan yang tak berani diucapkan:


“Kenapa ya Allah? Bukankah dia sudah berubah?”


Ibu… dengarkan ini pelan-pelan.


Allah tidak sedang menghukum suamimu.


Bisa jadi Allah sedang membentuknya.


Lelaki itu sepanjang hidupnya terbiasa merasa kuat karena gaji.

Merasa berharga karena jabatan.

Merasa percaya diri karena pekerjaan.


Sekarang Allah cabut semua itu.

Bukan untuk menjatuhkannya.

Tapi untuk mengembalikannya pada satu hal:


Bahwa harga dirinya bukan pada slip gaji.

Tapi pada keimanannya.


Allah berfirman:


“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

(QS. At-Talaq: 2–3)


Perhatikan…

Allah menjanjikan jalan keluar.

Bukan selalu pekerjaan yang sama.


Kadang bukan posisi lama yang dikembalikan.

Tapi arah baru yang dibukakan.


Ibu mungkin lelah.


Lelah mendengar orang bertanya:

“Suaminya kerja di mana sekarang?”


Lelah melihat suami lebih sering di rumah.


Lelah menenangkan anak yang ingin ini itu.


Tapi percayalah…


Saat suamimu tetap berdiri di shaf pertama meski dompet kosong,

itu bukan tanda kegagalan.


Itu tanda Allah sedang menjaga imannya

di saat dunianya sedang runtuh.


Dan di sinilah peran istri menjadi luar biasa.


Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:


“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah.”

(HR. Muslim)


Istri shalihah bukan hanya yang pandai memasak.

Bukan hanya yang lembut saat keadaan mudah.


Tapi yang tetap menghormati suaminya

ketika suaminya sedang kehilangan segalanya.


Karena satu kalimat dari istri bisa menjadi dua hal:


Bisa menjadi beban yang membuat lelaki makin jatuh.

Atau menjadi sayap yang membuatnya bangkit.


Ibu…


Kalau hari ini suami terlihat diam, murung, mudah tersinggung —

itu bukan karena dia tak peduli.


Itu karena harga dirinya sedang diuji.


Lelaki sakit bukan saat tubuhnya lemah.

Lelaki paling sakit saat merasa tak mampu menafkahi.


Maka jangan tambahkan luka dengan perbandingan.

Jangan tambahkan tekanan dengan sindiran.

Jangan tambahkan beban dengan kalimat,

“Suami orang kok bisa…”


Sebaliknya, katakan pelan:


“Ayah, tidak apa-apa. Kita mulai dari kecil lagi. Aku tetap di sampingmu.”


Kalimat itu bisa lebih kuat dari seribu lowongan kerja.


Dan untuk para suami yang membaca ini…


Bangkitlah.


Shalat itu pondasi.

Tapi rezeki tetap perlu dijemput.


Turunkan gengsi.

Naikkan keberanian.


Bukan lagi bertanya,

“Siapa yang mau mempekerjakan saya?”


Tapi mulai bertanya,

“Siapa yang bisa saya bantu hari ini?”


Karena sering kali rezeki datang

bukan dari tempat kita melamar…

tapi dari tempat kita memberi manfaat.


Ingat ini baik-baik:


“Allah tidak pernah salah waktu. Dia hanya sedang menyiapkan versi dirimu yang lebih kuat sebelum pintu dibuka.”


Ibu…

Jika malam ini Anda kembali menangis dalam sujud…


Jangan minta hanya pekerjaan.

Mintalah hati yang kuat.

Mintalah rumah tangga yang tetap utuh.

Mintalah agar ujian ini menghapus dosa, bukan memecah cinta.


Karena bisa jadi…


Masa sulit ini bukan untuk menghancurkan keluarga Anda.


Tapi untuk melahirkan keluarga yang lebih bergantung pada Allah,

bukan pada gaji.


Dan percayalah…

Rumah yang bertahan dalam badai,

akan jauh lebih kokoh saat matahari kembali.



Sutrisno Nurhumaedi 

Pendamping Hijrah dari Riba

Umroh Mandiri — Berangkat Sendiri, Dibimbing dengan Hati

No comments

Featured Post

REZEKI

  “Suami Sudah Rajin Shalat, Tapi Tetap Menganggur…” Untuk Para Istri yang Diam-Diam Menangis di Sepertiga Malam. Ibu… Saya tahu yang paling...