Klo keluarga kita dirawat diRS pake BPJS, dokter nulis resep biasanya apotik RS bilang "obatnya kosong, pak beli diapotik luar saja, ini copy/bawa resepnya"
Anda kluar RS jam 11 mlm, cari apotek 24jam byr Rp. 1,7juta buat obat yg seharusnya yg sdh kau byr lwt potongan gaji tiap bulan..
Yg tidak prnh diblg apotek RS: obat itu tanggung jwb RS, dan uang kau bisa balik bgni caranya :
1. Bilang satu kalimat sebelum terima
copy resep, "Obatnya tanggung jwb
RS, tolong dicarikan penggantinya atau
diadakan"
Pihak RS punya kewajiban upayain
obat setara, ingat!!! kosong itu bukan
akhir percakapan.
Minta ketemu bagian farmasi RS,bukan
cuma kasir diapotek RS, biasanya distu
obatnya "ketemu".
2. Klo tetap harus beli diluar simpan 3
kertas ini.
- copy resep yg dicap apotek RS
- srt keterangan obat kosong dari RS
(minta, krn ini yg sering lupa)
- kwitansi apotek luar, atas nama pasien
Jangan buang struknya, tanpa kuitansi krn tdk ada yg bisa diganti.
3. Ajukan penggantian ke RS bukan ke
BPJS.
Bawa 3 kertas tadi ke bagian farmasi atau customer service RS, kalimatnya : " saya mengajukan penggantian biaya obat yg seharusnya disediakan dirumah sakit "
Yg byr balik itu RS, krn biayanya sdh ada dipaket yg mrk terima dsri BPJS.
4. Klo RS tolak atau muter2 : 165 BPJS
call center 165 (24 jam) atau petugas
BPJS satu atap diRS, nama obat tgl.
Klo msh buntu juga : Ombudsman 137,
gratis, krn kasus obat yg tertahan diRS
sdh prnh mrk priksa dan RSnya disuruh
kembalikan
Klo memang tetap juga tdk diganti:
obat yg diluar formularium nasional yg
anda minta sndri atau vitamin
tambahan.
Rekap :
- obat tanggung jawab RS bukan
tanggung jwb kita.
- minta pengganti dulu ketemu farmasi
- klo terpaksa beli : copy resep, srt obat
kosong, kuitansi.
- ajukan ganti ke RS, klo buntu lgsg ke
165 lalu ke 137.
Baca ulang2 biar paham klo pas ada keluarga yg dirawat, sebelum anda keluar RS bawa copy resep..share ketmn2 yg mgkn keluarganya ada lgi opname..
Kenapa "obat kosong" sering kejadian:
BPJS bayar pake paket perdiagnosis, obat sdh termsk dipaket itu, jdi stiap obat yg kita beli sendri diluar itu uang paket yg tidak kluar dri uang RS.
Aturannya: ketersediaan obat itu tanggung jwb faskes, peserta tdk boleh dibebani biaya obat, Kosong??? RS wajib cari penggantinya atau ganti uang kita..
Ombudsman sdh sebut praktek ini sebagai maladministrasi..



No comments