Berpusat di kota Madinah, kaum munafik muncul setelah perang Badar. Sebelumnya, para pembenci Islam terang-terangan memusuhi, baik dengan kata atau melalui aksi nyata.
Kemenangan besar yang diraih umat Islam di perang Badar menjadi titik mula segolongan pembenci Islam mengubah taktik. Mereka menampakkan keislaman, namun sembunyi-sembunyi memusuhi.
Mereka takut! Mereka sadar bahwa umat Islam adalah kekuatan yang menggetarkan.
Sehari-hari kaum munafik bersikap sebagaimana umat Islam. Salat ikut walau malas-malasan, sedekah terlihat meski hanya berkomentar, jihad bergabung tetapi selalu membuat ricuh, dan seterusnya.
Surat At Taubah juga disebut surat Al Fadhihah, yang artinya : Pengungkap Kejahatan. Sebab, di dalamnya, paling tidak ada 7 peristiwa yang kaum munafik terlibat di sana, diberitakan oleh Allah Ta'ala.
Ulama membagi sikap munafik menjadi dua, yaitu i'tiqadi dan 'amali. Ada yang bersifat ideologi, ada pula yang bersifat praktik watak sehari-hari yang terlihat.
Ayat 204 surat Al Baqarah menerangkan sifat kaum munafik :
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ
" Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia membuatmu terkagum, dan mempersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras "
As Sa'dii dalam Tafsir berkata, "Apabila ia berkata, bicaranya indah sekali bagi pendengar, dan apabila ia berucap, anda akan mengira ia berbicara dengan perkataan yang berguna "
Orang munafik itu pandai berkata, manis beretorika, ahli memutar kata, dan suka banyak bicara, tentunya. Jika tidak mengetahui fakta yang sesungguhnya, orang yang mendengar bicaranya pasti percaya dan terbawa.
Saking pandai bicara, orang munafik justru menuduh orang lain lah yang munafik. Munafik teriak munafik. Ia berargumen ini itu agar orang-orang percaya bahwa si A dan si B lah yang munafik. Bukan dia!
Orang beriman sebaliknya! Ia takut menuduh orang lain munafik. Ia selalu koreksi diri, jangan-jangan ada kemunafikan pada dirinya.
Ibnu Abi Mulaikah (Sahih Bukhari 1/18, riwayat Mu'allaq) berkata, " Saya pernah berjumpa 30 sahabat Nabi. Mereka semua takut kemunafikan menimpa dirinya. Tidak ada satu pun dari mereka yang menyatakan imannya seperti imannya Jibril dan Mikail"
Sifat munafik lainnya yang tersebut di ayat 204 surat Al Baqarah di atas adalah Al Aladdul Khisham, yang oleh Nabi Muhammad ﷺ disabdakan :
إنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إلى اللَّهِ الألَدُّ الخَصِمُ
" Sungguh! Orang yang paling dibenci Allah adalah Al Aladdul Khashim "
(HR Bukhari 2457 Muslim 2668 dari Ibunda Aisyah)
Al Utsaimin (Syarah Bulughul Maram) menyebut Al Aladd, " Wataknya rumit. Setiap engkau menyampaikan sesuatu, ia pasti membawanya ke arah yang lain. Atau ia mengatakan: Iya, benar. Tetapi...."
Al Munawi (Faidhul Qadir 1/80) menjelaskan tentang Al Khashim, " Ahli dan mahir berdebat. Semangat bantah-bantahan. Terus menerus berdebat dalam kebatilan. Ia tidak mau berhenti bantah-membantah...Itulah kebiasaan dan wataknya "
Ringkasnya, sifat orang munafik itu suka bantah-bantahan, senang berdebat. Baginya, mengalahkan lawan bicara adalah prestasi. Menurutnya, membuat pihak lain terdiam adalah kebanggaan. Pikirnya, benar dan salah ditentukan oleh kepandaian bicara.
Umar bin Khattab berpesan :
لاَ يُعْجِبَنَّكُمْ مِنَ الرَّجُلِ طَنْطَنَتُهُ ، وَلَكِنَّهُ مَنْ أَدَّى الأَمَانَةَ ، وَكَفَّ عَنْ أَعْرَاضِ النَّاسِ فَهُوَ الرَّجُلُ
" Jangan sekali-kali engkau terkagum oleh manis retorikanya seseorang! Namun, kagumlah kepada orang yang menunaikan amanah dan menahan diri dari menjelek-jelekkan manusia. Dialah laki-laki sejati! " (Az Zuhud, Ibnul Mubarok, 295)
09 Rabiul Akhir 1447 H/01 Oktober 2025
https://t.me/anakmudadansalaf
https://t.me/moeslemdays



No comments