PROPERTY SOLO

PROPERTY SOLO

Flexing: Budaya Warisan Qarun

Share:


Ada banyak definisi kita temukan untuk istilah flexing. Namun, jika dipersingkat, flexing adalah pamer. Walau motifnya berbeda-beda, namun disatukan oleh : keinginan untuk dipuji dan diakui.


Flexing sudah diperagakan oleh Qarun. Di dalam Al Qur'an, Qarun digambarkan sebagai manusia sombong, lupa bahkan tidak tahu diri. Ada banyak ayat yang menyebut tentang Qarun.


Salah satu ayat adalah : 


فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ 


" Maka keluarlah Qarun menemui kaumnya dalam kemegahannya" QS Al Qashas; 79.


Kitab-kitab Tafsir menyebut bahwa Qarun memamerkan kekayaannya. Dia memakai pakaian dan kendaraan mewah dengan diiringi para pelayan dan pengawalnya.


Di akhir cerita, Qarun dan seluruh kekayaan yang ia sombongkan ditenggelamkan ke dalam bumi.


Maka, hati-hati jika pamer harta, karena ujung-ujungnya akan terhina. Pamer rumah mewah, kendaraan mahal, aksesori milyaran rupiah, perhiasan bertumpuk, saldo di rekening dengan berdigit-digit, jangan dipamer-pamerkan! Takutnya akan berakhir cela.


Bukan hanya harta, pamer kemesraan dengan pasangan, itu juga flexing! Pamer jabatan, itu flexing! Pamer pencapaian bisnis, itu flexing! Pamer gelar dan titel, itu flexing! Pamer prestasi, itu flexing!


Flexing akan lebih parah lagi jika dilakukan orang miskin. Tak punya apa-apa, sok berlagak kaya. Orang miskin tapi sombong!


Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ada 3 golongan manusia yang pada hari kiamat; Allah tidak berbicara kepada mereka, Allah tidak mensucikan mereka, Allah tidak memandang mereka, dan mereka diazab dengan pedih. Salah satunya adalah :


وعائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ


" Orang miskin yang sombong " HR Muslim nomor 107 dari sahabat Abu Hurairah.


Orang miskin ikut-ikutan pamer. Padahal utang menumpuk. Padahal belum selesai dari satu kredit, sudah ambil kredit yang lain. Bahkan harga diri dijual demi mengejar pamer. Orang miskin flexing!


Flexing yang paling menakutkan adalah flexing ibadah. Amalan kebaikan dipamer-pamerkan. Mestinya hanya diniatkan untuk menggapai ridha Allah, malah sanjungan dan pujian manusia yang diharapkan.


Ibadahnya dipoles-poles, dibikin-bikin, dan dibuat-buat.

Pokoknya semanis dan sedramatis mungkin. Diviral-viralkan. 


Sahabat Abu Said bercerita (Ibnu Majah, nomor 3408) bahwa Rasulullah ﷺ pernah menemui sahabat-sahabatnya yang sedang membicarakan Dajjal.


" Maukah kalian aku beritahu tentang sesuatu yang lebih menakutkan bila dibandingkan Dajjal?", tanya Rasulullah ﷺ. 


Ketika sahabat mengiyakan, Beliau ﷺ menegaskan bahwa syirik khafi lebih menakutkan dibandingkan Dajjal, yaitu :


أن يقومَ الرجلُ يُصلي فيُزيِّنُ صلاتَه لما يرى من نظرِ رجلٍ


" Seseorang mengerjakan salat. Karena ada orang yang memperhatikan, maka ia bagus-baguskan salatnya ".


Pamer sedekah, itu flexing! Pamer thawaf di Ka'bah, itu flexing! Pamer sudah berhaji, itu flexing! Pamer hafal Al Qur’an, itu flexing! Pamer sekian tahun berdakwah, itu flexing! Pamer ibadah itu sangat dilarang!


Al Hafiz dalam Fathul Baari mendefinisikan riya', " Memamerkan ibadah supaya dilihat orang sehingga mereka memujinya "


Memang, ikhlas itu berat. Perjalanan jauh yang menanjak dan berkelok-kelok. Namun, hanya mereka yang ikhlas yang kelak berjumpa Allah Ta’ala dengan memperoleh ridha Nya. Semoga. 


07 Rabiul Akhir 1447 H/28 September 2025


https://t.me/anakmudadansalaf

https://t.me/moeslemdays


No comments

Featured Post

ADAKAH CINTA SEROMANTIS YASIR DAN SUMAYYAH ?

ADAKAH CINTA SEROMANTIS YASIR DAN SUMAYYAH ? 🍁 Bagiku cinta Romi Dan Yuli bukanlah cinta romantis tetapi Sadis. Mereka sehidup semati tapi ...