PROPERTY SOLO

PROPERTY SOLO

RASA SAKIT

Share:


Manusia adalah makhluk yang paling pandai berpura-pura—setidaknya di depan diri mereka sendiri.


Ada ironi yang tajam dalam kehidupan kita: kita seringkali membiarkan tubuh "berbicara" hanya setelah ia berteriak. Kita mengabaikan rasa lelah yang merayap di punggung, menyeduh secangkir kopi lebih banyak untuk menipu kantuk, dan memakan janji-janji akan "istirahat besok saja" selama berminggu-minggu.


Kita baru benar-benar sadar saat sakit datang mengetuk pintu. Saat kepala terasa berdenyut, suhu tubuh naik, atau ketika kekuatan untuk sekadar berdiri saja seolah dicuri. Tiba-tiba, dunia yang tadinya tampak sangat mendesak menjadi sekecil bantal dan selimut.


Sakit punya cara unik untuk memaksa manusia "berhenti". Ia melucuti ambisi, membuat rencana-rencana besar tampak tidak relevan, dan akhirnya—dengan paksa—mengajarkan kita makna kata cukup.


Mungkin itu salah satu cara semesta untuk menarik kita kembali ke garis start. Sakit mengingatkan kita bahwa kita adalah makhluk rapuh yang sering lupa berterima kasih pada tubuh sendiri, sampai-sampai tubuh itu terpaksa mengambil cuti sendiri hanya untuk menyadarkan pemiliknya: bahwa kita butuh berhenti sejenak sebelum kita benar-benar dipaksa berhenti selamanya.


Semoga lekas membaik jika hari ini sedang dirasa, dan semoga kita belajar untuk mendengarkan bisikan tubuh sebelum ia berubah menjadi jeritan.
 

No comments

Featured Post

RASA SAKIT

Manusia adalah makhluk yang paling pandai berpura-pura—setidaknya di depan diri mereka sendiri. Ada ironi yang tajam dalam kehidupan kita: k...